Selasa, 10 Agustus 2010

Selama Puasa Jangan Biarkan Kulit Dehidrasi

Ketika kita menjalani ibadah puasa, kulit kita bisa menjadi kering dan bibir mengalami pecah-pecah. Hal tersebut dikarenakan cairan tubuh menurun drastis dan berdampak pada kulit. Sebenarnya hal tersebut bisa Anda hindari dengan asupan makanan dan minuman serta lebih sering memberikan pelembab pada kulit.


Untuk menu wajib saat sahur, usahakan untuk selalu minum jus buah segar yang terdiri dari dua atau tiga jenis buah. Vitamin dan cairan yang terkandung di dalamnya akan membuat kulit Anda tetap terlihat segar meskipun berpuasa. Mengonsumsi suplemen vitamin E, juga bisa Anda lakukan jika kulit terasa sangat kering. Karena Vitamin E sangat baik untuk nutrisi kulit Anda.


Tidak hanya ketika sahur saja, saat berbuka puasa buatlah minuman segar dan campurkan potongan buah-buahan di dalamnya. Jika tidak sempat membuat minuman, setelah makan besar, pastikan Anda mengonsumsi buah dan makanan yang berserat tinggi. Usahakan juga untuk minum air putih lebih banyak dibandingkan minuman dengan rasa manis. Karena kandungan gula yang tinggi bisa membuat kulit kita cepat kering.


Untuk wajah, selain menggunakan pelembab, Anda bisa menyemprotkan "oxygen water" (produk kecantikan yang berisi air oksigen) pada wajah. Hal itu cukup efektif untuk membuat wajah tetap berseri dan tidak kering. Anda tinggal menyemprotkan saja "oxygen water" pada wajah, sensasi dinginnya akan membuat kulit terasa segar dan lembut. Jadi, kulit Anda tetap cantik saat berpuasa. 

Hilal Terlihat, Besok 1 Ramadhan 1431 H


JAKARTA, KOMPAS.com — Hilal atau bulan baru yang menandai dimulainya bulan Ramadhan tampak di beberapa titik di Indonesia.
Menurut Ketua Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Rohadi Abdul Fatah, dalam Sidang Isbath di Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/8/2010), hilal terlihat di Pantai Probolinggo, Bukit Condrodipo Gresik, Cilincing Jakarta, dan Bengkulu. "Di Clincing, terlihat oleh Haji Muhammad, guru agama, Ahmad Zaim, guru agama, yang telah disumpah keabsahan rukyatnya oleh hakim Pengadilan Jakarta Utara," katanya.
Terlihatnya hilal di beberapa titik tersebut menandakan bahwa 1 Ramadhan 1431 Hijriah jatuh pada Rabu (11/8/2010) besok. Meskipun menurut laporan beberapa saksi di empat daerah telah tampak, menurut peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaludin, secara astronomi, penampakan hilal tersebut belum dapat dibenarkan.
"Kalau ada hilal hari ini hanya dipandang secara syar'i (berdasarkan keyakinan) sah, tapi secara astronomis ini sulit diterima," katanya dalam Sidang Isbath.
Oleh karena masih adanya perbedaan mengenai tampak atau tidaknya hilal tersebut, Thomas menyarankan kepada Kementerian Agama agar membuat kriteria yang didasarkan pemahaman astronomi yang dapat menjadi pedoman penentuan 1 Ramadhan berikutnya.
Sumber : KOMPAS.com